Kegiatan

Kabupaten Lampung Barat yang sebagian besar sumbangan PDRBnya berasal dari komoditas Perkebunan merupakan ujung tombak upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya berbasis komoditas perkebunan khususnya kopi. Hal ini dikarenakan sebagian besar lahan pertanian di kabupaten beguai jejama ini adalah komoditas kopi. Tak salah bila dalam upaya mensejahterahkan masyarakatnya kopi menjadi basis kompetensi inti.

Hal ini terlihat dari dasar berpijak munculnya beberpa kebijakan pembangunan yang berbasis komoditas kopi seperti : pengembangan klaster industri, pembangunan kawasan agropolitan, Pengelolaan lahan berkelanjutan dan pengentasan kemiskinan.  Dorongan untuk kesejahteraan itu diejawantah dengan berbagai kegiatan pada Dinas Perkebunan yang disupport Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan sebagai integrasi ternak, Dinas Kehutanan dengan naungan tajuk tingginya.

Beberapa kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2010 melalui Dinas Perkebunan selain kegiatan rutin dengan indikator keluaran sebagai berikut :

  1. Peningkatan Produksi Perkebunan (pembinaan 17 kelompok tani di Kecamatan Sukau, Balik Bukit, Batu Brak, Pesisir Utara, Pesisir Selatan dan Pesisir Tengah).
  2. Pelatihan kewirausahaan dan penguatan kelembagaan kelompok tani pengelola komoditas perkebunan (18 kelompok tani di Kecamatan Sumber Jaya, Way Tenong, Balik Bukit, Belalau, dan Lemong)
  3. Pengembangan tanaman aren kapur/aren unggul (1000 batang di Kecamatan Batu Brak dan Sukau)
  4. Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Pertanian (20 kelompok tani di Kecamatan Belalau, Balik Bukit, Batu Brak, Sumber Jaya dan Way Tenong)
  5. Pengelolaan Lahan dan Air (100 orang petani perkebunan pemanfaat DIPA Ditjen PLA di Kecamatan Gedung Surian, Sumber Jaya, Belalau, Balik Bukit, Sukau, Pesisir Tengah dan Pesisir Selatan)
  6. Diversifikasi Kakao pada komoditi perkebunan (140.000 bibit di Kecamatan Pesisir Selatan, Suoh, Ngambur, Bengkunat, dan Bengkunat Belimbing)
  7. Peningkatan Produksi dan Produktivitas Tanaman Cengkih (100.000 batang di Kecamatan Pesisir Selatan, Pesisir Tengah, Pesisir Utara, Lemong dan Karya Penggawa)
  8. Promosi atas hasil produksi pertanian/perkebunan unggulan daerah ( mengikuti pameran nasional)
  9. Penanganan pasca panen dan pengelolaan hasil komoditas kopi dan kakao (30 unit Huller kopi kering dan 30 unit terpal jemur di Kecamatan Sukau, Balik Bukit, Batu Brak, Sumber Jaya, Way Tenong, Suoh, Gedung Surian, Sekincau dan Lemong)
  10. Penyusunan database perkebunan/penyediaan data informasi perkebunan

Secara menyeluruh termasuk Gaji PNS, Kegiatan Rutin Dinas dan Kegiatan teknis dimaksud menggunakan dana APBD Tahun Anggaran 2010 mencapai Rp.3.967.086.016 dengan rincian : Belanja Tidak Langsung sebesar Rp.2.113.415.800,- dan Belanja Langsung sebesar Rp.1.853.670.216,-

Selain itu terdapat beberapa kegiatan merupakan Tugas Pembantuan yang pada tahun 2010 ini dibawah koordinasi Dinas Perkebunan Provinsi Lampung dengan lokasi kegiatan Kabupaten Lampung Barat.

5 responses

28 05 2009
Nangino

Bagus sekali.
Ternyata dengan biaya murah, jika ditangani orang2 kreatif (seperti para penggiat di Blog ini) bisa memunculkan sesuatu yang sangat bermanfaat, bagi pencinta kopi sekaligus bagi petani Kopi Lampung Barat yang secara langsung atau tidak ikut dipromosikan.

kapan memunculkan informasi klaster kopinya disini atau blog tersendiri atau di Website Lampungbarat.go.id, atau baru merintis penumbuhan Cafe dan wisata khusus untuk para Barista dan Penggila Kopi.

Hidup kopi Lampung (Barat)……. (Didi Kempot saja sudah bikin Lagu berjudul Kopi Lampung, kenapa kita masih malu2 membanggakan Kopi Lampung)

1 07 2009
gustiesfather

Bravo… Kopi Lampung Barat!!
Tapi kok halaman kegiatannya gak diupdate dengan kegiatan apa gitu… yang berhubungan dengan kegiatan kelompok tani kopi atau yang diadakan oleh birokrasi setempat?
Tetap semangat dan tetap update ya!

30 10 2009
Karhani

Salam sukses dan semangat selalu

Dengan adanya teknologi informasi semakin cepat prosfek kebijakankan ke depan dalam rangka peningkatan pendapatan petani kita dalam jangka pendek,menengah,dan jangka panjang skala prioritas. kalo bisa rencana program di up date jadi biar lebih informatif.

16 02 2010
Supriyanto Liwa

BRavo, alhamdulillah, bagus sekali blognya …. semoga bisa berkontribusi positif terhadap promosi Lampung Barat. Bargaining posisition Liwa – Lampung sebagai penghasil Kopi memang perlu di tingkatkan.

20 02 2010
Irwan Adipribadi

Informasi lahan yang masih terbuka untuk perkebunan kopi rakyat belum tersedia, berikut batas lahan dengan Taman Nasional Bukit Barisan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: