SL-PLA Pola SKE Bangun Kebersamaan Petani Perbaiki Lahan dan Tingkatkan Produksi

17 06 2011

Isu perubahan iklim yang mengancam terhadap kemungkinan gagal panen di Lampung Barat, kondisi lahan perkebunan dengan kemiringan diatas 10%, ditambah pola budidaya yang masih tradisional, merupakan alasan kuat munculnya kebijakan untuk meningkatkan kapasitas dan menyiapkan petani dalam menghadapi degradasi kesuburan lahan yang dipastikan akan terjadi.  Salah satu kebijakan dimaksud yaitu dengan membangun pola sikap petani dan kelembagaan kelompok taninya dengan sistem kebersamaan ekonomi sebagai ruh guna merubah prilaku budidaya sendiri2 menjadi bersama.  Hal ini diharapkan akan mengurangi pengeluaran sebagai biaya produksi, meningkatkan bergaining position petani dalam kelembagaanya pada kemitraan yang mungkin dapat terjadi, menurunkan laju degradasi lahan dengan pola pengelolaan lahan dan air dengan bijak, benar dan baik.

Untuk itu, pada tahun 2011 ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat melalui DPA Dinas Perkebunan melakukan Sekolah Lapang Pengelolaan Lahan dan Air berbasis Sistem Kebersaman Ekonomi di 6 (enam) Kecamatan 18 Kelompok Tani. Kenapa berbasis sistem kebersamaan ekonomi (SKE)?  Sistem ini sangat dirasakan manfaatnya dalam membangun kelembagaan kelompok tani yang produktif sehingga akan menjadi modal dasar proses kemitraan bidang pemasaran hasil dengan adanya nilai tambah akibat penghargaan mutu produk yang dihasilkan. Kesulitan yang sering terdengar di petani yaitu kurang tenaga kerja, kurang modal biaya produksi, dan tifdak adanya mitra yang mau bekerjasama diharapkan akan dapat dikurangi dengan peningkatan kapasitas dan kapabilitas kelompok tani yang terus akan dibangun di Lampung Barat ini.

Kemitraan pemasaran kopi dengan eksportir yang saat ini sedang berjalan pun awal mulanya diawali dengan membangun kebersamaan pola SKE-BMK (sistem kebersamaan ekonomi berbasis manajemen kemitraan). Pelatihan dan pendampingan yang dilakukan lebih mengarah pada bagaimana kekompakan dan jiwa yang bisa dipercaya terbangun di sebuah kelompok tani produktif dengan tujuan bersama dan saling menjaga dan tolong menolong.  Kondisi ini akan mampu menurunkan biaya produksi anggota kelompok tani dan meningkatkan kemampuan keuangan kelompok tani serta mengundang mitra untuk bekerjasama meskipun dalam tahapan pemasaran produk yang penetapan harganya disepakati sebelum pengiriman.

Selanjutnya, kegiatan SLPLA ini diharapkan juga mampu mengikuti perjalanan SKE BMK dengan target terbangunnya keinginan bersama petani dalam memperbaiki kebunnya untuk mendapatkan produksi yang optimal dan berkelanjutan dengan lebih cepat dan biaya yang ringan. Bravo…. Petugas jangan lelah mendampingi petani Lampung Barat.

Sumarlin.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: