Pengembangan Klaster Kopi Lampung Barat

15 06 2009

Masyarakat yang terlibat dalam usaha tani kopi di Kabupaten Lampung Barat mencapai 92,24% dari total angkatan kerja yang ada dengan 40.135 KK  berbasis komoditas kopi.  Kontribusi subsektor perkebunan terhadap PDRB Kabupaten Lampung Barat sebesar 42,41% yang didukung dengan tingginya produksi kopi pada tahun 2007 yaitu 38.419,3 ton.  Jumlah ini bila disetarakan dengan harga kopi Rp. 15.000/kg, maka sumbangan komoditas kopi bagi peningkatan pendapatan daerah mencapai Rp. 576,288 milyar.


Aksi

Information

3 responses

24 10 2009
Liwa Ahmad

Kopi adalah andalan mata pencarian petani kabuapten lampung barat dan 60% lebih petani di kabupaten ini adalah petani kopi. Selain itu juga, jika dilihat penyumbang PDRB terbesar di Kab. Lampung Barat adalah subsistem Perkebunan. Tapi sangat disayangkan, kebijakan pemerintah Kab. Lambar terhadap komoditas kopi yg diandalkan ini sangat rendah di banding dengan tanaman pangan. Contoh: areal kerja petugas lapangan dari Disbun/kecamatan hanya 1 orang & ini sngat tidak logis untuk mengcover luas wilayah tsb bandingkan dg dinas tanaman pangan/kec. bisa 6 s/d 8 orang. Kalau boleh usul, PEMDA Lambar seharusnya mempunyai program khusus kpd petani kopi misal; pengadaan kredit dg bunga rendah melalui gapoktan/poktan untuk pengadaan saprodi kopi contohnya pengadaan pupuk dan lain-lain. Karena pemupukan adalah salah satu bagian sangat penting untuk peningkatan produksi kopi. Semoga ini bisa menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah daerah sbagai salah satu cara untuk memakmurkan masyarakatnya yg sebagian besar adalah petani kopi…

30 10 2009
disbunlambar

Terima kasih atas masukkannya. Namun perlu kami sampaikan juga bahwa petugas perkebunan sangat banyak. hampir 45% penyuluh yang ada di Kab. Lampung Barat berbasis perkebunan. Penyuluh ini dibawah koordinasi Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan. Kalau saat ini dominan mensukseskan subsektor pertanian pangan, lebih karena tekanan kewajibab untuk mensukseskan peningkatan produksi pangan guna mewujudkan Kab. LAmpung Barat yang tahan pangan (konsumsi pangan). sedangkan subsektor perkebunan mendukung ketahanan pangan dibidang aksesibilitas (daya beli) yang memang 61% penduduk Lampung Barat sangat bergantung pada komoditas kopi.
Untuk itu, pemerintah mengupayakan terjadinya peningkatan pendapatan (dengan adanya nilai tambah) yang diakibatkan dari berjalannya proses agribisnis kopi di Kabupaten ini, yang diantaranya melalui upaya peningkatan tehnologi perdesaan (UPH) pasca panen di tingkat kelompok tani, melalui pemasaran bersama berbasis kemitraan (dgn buyer/eksportir), mengupayakan terjadinya diversivikasi produksi (kopi bubuk) melalui upaya upaya mewujudkan jejaring agribisnis (klaster) kopi. Dari informasi saudara ini, sangat bermanfaat untuk memacu dinas perkebunan (perpanjangan tangan Pemkab Lambar) segera mengoptimalkan kelembagaannya hingga ke tingkat kecamatan dan mengoptimalkan koordinasi antar satker (BP4K).
Semoga saran dan masukkan ini dapat terealisasi. karena isu yang berkembang saat ini penguatan modal melalui kredit langsung ke kelompok tani sedang dalam wacana oleh REBO BANK melalui Pemprov LAmpung. Sementara mengenai bantuan saprodi (pupuk) di bidang perkebunan bukan tidak diperdulikan, karena hingga saat ini yang akan dipacu pada masyarakat berbasis perkebunan kopi adalah kekuatan kelembagaannya, kebersamaan mengatasai permasalahan yang hal ini didukung dengan integrasi ternak, konservasi lahan, pemasaran bersama, sehingga terwujudnya kondisi harga komoditas kopi di Lambar fluktuasinya tidak terlalu besar. Terima kasih atas kepeduliannya terhadap perkebunan kopi rakyat Lampung Barat. Admin,-

15 11 2012
Olivia Nelson

“Diperkirakan kerugian para petani salak pondoh di Kabupaten Sleman mencapai 200 milyar rupiah”,katanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: