Mutu Biji Kopi Lampung Barat

30 10 2007

tugu-liwa.jpg

UPAYA PENINGKATAN MUTU BIJI KOPI

Oleh : Sumarlin   

Upaya peningkatan pemasaran kopi saat ini perlu terus ditingkatkan. Namun demikian kenyataan hingga saat ini mutu biji kopi yang dihasilkan masih rendah dengan produktivitas lahan yang masih kurang menyenangkan ditambah lagi kegiatan penanganannya belum terpadu dan tingginya penurunan daya dukung lahan yang ada.  Seluruh kekurangan tersebut semakin diperparah dengan rendahnya tingkat konsumsi kopi dalam negeri serta tingginya serangan nematoda parasit dan penggerek buah.

Dalam pemasaran, mutu merupakan bagian terpenting yang menentukan nilai tambah yang akan didapatkan oleh petani kopi itu sendiri. Tapi yang perlu dicermati adalah mutu yang didapatkan itu merupakan akibat akhir dari seluruh rangkaian proses penanganan lahan, tanaman, dan produk (biji kopi) serta produk turunannya.

Mutu biji kopi kita kenal saat ini adalah mutu fisik (SNI) dan mutu citarasa (uji organoleptik).  Untuk memenuhi mutu fisik yang baik haruslah mengacu pada standart sistem nilai cacat (defect system) maksimum terhadap 300 gram kopi biji yang telah dikelompokkan ke dalam tingkatan mutu yaitu mutu 1 (11), 2 (25), 3 (44), 4a (60), 4b (80), 5 (150), dan  mutu 6 (225).

CITA RASA KOPI

Kopi yang baik harus memiliki citarasa penting yang seimbang yaitu Khas kopi (flavor), bau sedap (aroma), kekentalan (body), rasa asam enak (acidity), rasa pahit (bitterness) dan rasa sepat (astringent).

Cacat rasa yang harus dihindari dari kopi adalah adanya bau basi (stink), bau tanah (earthy), bau jamur (mouldy), bau lumut (musty), rasa asam tidak enak (sour), bau minyak bumi (oily), bau bahan kimia (chemical) dan bau asap (smooky).

    

        

About these ads

Aksi

Information

3 tanggapan

22 08 2008
MUSANG

bicara soal mutu kopi lambar, ga bakal bisa ditingkatkan kalo sistem pengelolaannya ga dirubah (sistem pengelolaan dalam arti luas lo)
1. disbun jangan berhenti memberikan penyuluhan pasca panen yang baik (di lambar, biji kopi dijemur diatas tanah dan dibiarkan begitu aja, ini kan bisa menyebabkan aroma ga enak klu dah jadi kopi bubuk ya ngga?)
2. masyarakat petani harus diubah pola pikirnya, bahwa tatalaksana usaha tani yang baik itu justru akan menguntungkan (kan selama ini petani malas petik merah, malas melakukan konservasi lahan, malas perlakuan pasca panen yang baik karena harga kopi ga ada bedanya di mata pedagang)
4. ayo dong kita pikir sama-sama……………………..
5. (salut deh atas kreativitas orang disbun / yang gini mestinya pak
bupati tahu ya)

1 05 2009
Too Yoel

Pak gimana sih supaya kopi di lambar bisa diolah sendiri oleh pengusaha lambar? kayaknya di lambar gak ada pengusaha kopi bubuk yang maju. Gak seperti di Bandar Lampung (ada bola dunia, dunia baru, jempol dsb.) atau di kotabumi (ada cap Macan dll.) Terus kenapa ya pengusaha lambar gak bisa maju? padahal ada loh putra lambar yang jadi Pengusaha sukses kopi bubuk. (Bapak bisa hubungi pak Yazid di Labuhan Ratu-Bandar Lampung, beliau ini putra lambar yang jadi pengusaha sukses kopi bubuk di Banadar Lampung)

12 06 2009
disbunlambar

Untuk industri kopi bubuk (instan) di Kabupaten Lampung Barat sebenarnya sangat banyak. namun masih dengan pengelolaan Rumah Tangga dan tradisional (tanpa merk). Hal ini sekaligus menjadi kendala dalam promosi kopi bubuk yang berpusat di Lampung Barat. selain itu juga keinginan para investor di bidang industri kopi bubuk untuk mendirikan unit usahanya di Lampung Barat masih adanya ke khawatiran terhadap Bencana alam yang dapat merusak investasi mereka serta kebutuhan transportasi yang cukup besar.
Namun demikian, kedepan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat akan Mengembangkan Klaster Kopi guna mempercepat tumbuh dan berkembangnya industri rumah tangga (IKM) kopi bubuk dimulai dengan skala Kelompok Usaha Bersama (KUB). KUB sebagai pioneer dengan izin sebagai Perusahaan Industri Rumah Tangga (P-IRT) saat ini adalah KUB Hulu HIlir di Desa Gunung Terang Kecamatan Way Tenong Kabupaten Lampung Barat. KUB ini merupakan gabungan dari 27 Kelompok Tani. Produk Kopi Bubuk Yang dihasilkan dengan merk Kopi Organik dan telah dilakukan pemasaran dengan membuka Warung Organik di Jalan Lintas Kab. Lampung Barat tepatnya sebelah kiri jalan dari Bandar Lampung (Pasar Way Tenong). Selain itu juga di tengah kampus UNILA. Dan bila ingin berhubungan langsung dengan ketua KUB Hulu Hilir yaitu Bapak Suparyoto (085840220077). Terima kasih atas masukkannya. Admin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: