Minum Kopi Sebelum Lari Melangsingkan Tubuh

27 07 2011

Konten Terkait Minum Kopi Sebelum Lari Melangsingkan TubuhPerbesar Foto Minum Kopi Sebelum Lari Melangsingkan Tubuh (TRIBUNNEWS.COM) – Olahraga yang tepat untuk mengurangi kadar lemak adalah olahraga lari. Tetapi, tiga jam sebelum lari harus minum kopi. “Kalau orang itu memiliki penyakit maag, sembuhkan dulu maagnya baru minum kopi,” kata dr Paidon. Konsumsi kopi beberapa jam sebelum lari dalam keadaan perut kosong menurut dr Paidon sangat baik untuk menurunkan kadar lemak dalam tubuh. Kopi berguna untuk membakar lemak. Cara ini bisa dilakukan dua kali sehari pada pagi atau sore hari. Setelah diet dan olahraga, pikiran harus sehat. Selalu berpikir tentang hal yang positif dan memiliki keinginan untuk hidup sehat. Pola pikir yang negatif akan membebaskan sel-sel buruk berkembang dan menggerogoti tubuh. Tetapi untuk bisa mendapatkan tubuh sehat dengan kadar lemak yang seimbang, harus diimbangi dengan niat yang kuat.

Ditulis ulang dari :

http://id.berita.yahoo.com/minum-kopi-sebelum-lari-melangsingkan-tubuh-024854385.html





SL-PLA Pola SKE Bangun Kebersamaan Petani Perbaiki Lahan dan Tingkatkan Produksi

17 06 2011

Isu perubahan iklim yang mengancam terhadap kemungkinan gagal panen di Lampung Barat, kondisi lahan perkebunan dengan kemiringan diatas 10%, ditambah pola budidaya yang masih tradisional, merupakan alasan kuat munculnya kebijakan untuk meningkatkan kapasitas dan menyiapkan petani dalam menghadapi degradasi kesuburan lahan yang dipastikan akan terjadi.  Salah satu kebijakan dimaksud yaitu dengan membangun pola sikap petani dan kelembagaan kelompok taninya dengan sistem kebersamaan ekonomi sebagai ruh guna merubah prilaku budidaya sendiri2 menjadi bersama.  Hal ini diharapkan akan mengurangi pengeluaran sebagai biaya produksi, meningkatkan bergaining position petani dalam kelembagaanya pada kemitraan yang mungkin dapat terjadi, menurunkan laju degradasi lahan dengan pola pengelolaan lahan dan air dengan bijak, benar dan baik.

Baca entri selengkapnya »





Gapoktan Hulu Hilir, Bereaksi Hadapi Gagal Panen dengan Jual Roasting Kopi Luwak

16 06 2011

Antisipasi terhadap ancaman gagal panen kopi di Lampung Barat, mendapat reaksi cepat sebagai upaya pengurus Gapoktan meningkatkan pendapatan anggota kelompoknya yang mengalami penurunan produksi kopi tahun 2011.  Sepele memang yang mereka lakukan. Namun hal ini merupakan suatu yang harus segera dilakukan agar penurunan ini imbasnya sedikit dapat dikurangi. Upaya tersebut menurut Suparyoto via phone mengatakan “Bahwa mereka harus meningkatkan pendapatan dengan adanya penurunan produksi ini melalui penjualan brenjel maupun roasting kopi luwak.”  Hal ini pemasarannya dilakukan ke MEDAN yang hingga bulan Mei kemarin baru mencapai 400 kg.

Reaksi ini diharapkan setidaknya mampu menyatarakan pendapatan 400 kg tersebut dengan produksi non kopi luwak sebesar 2.000 kg. Cukup besar upaya coping yang dilakukan Gapoktan ini. Namun demikian produk ini masih dipasarkan tanpa merk resmi gapoktan. Sehingga, fasilitasi perizinan produk terkait kopi dan produk turunannya perlu mendapatkan posisi teratas dalam mengentaskan kemiskinan dan legalisasi produk komoditas unggulan Kabupaten Lampung Barat ini.

Sumarlin,-





Perubahan Iklim mengancam Gagal Panen Kopi 2011

10 02 2011

Gagal Panen Kopi, PDRB Terancam Turun 20,15%

Perubahan cuaca yang terjadi dampaknya mulai mengkhawatirkan bagi petani kopi Lampung Barat. Cuaca yang tidak mendukung proses pembungaan dan pembuahan kopi mulai terlihat dengan banyaknya bunga yang rontok dan gagal menjadi buah. Kondisi ini berdasarkan taksasi petugas lapangan bisa menyebabkan kegagalan panen kopi mencapai 70% – 75% lebih dibanding tahun 2010 yang lalu.

Komoditas kopi di Kabupaten Lampung Barat memiliki peran yang sangat besar terhadap perekonomian masyarakat. Hal ini terlihat dari kontribusinya terhadap PDRB Lampung Barat mencapai diatas 40% dari total.  Selanjutnya,  akibat gagal panen kopi tahun 2011, tingkat kerugian yang dimungkinkan bisa mencapai 509 milyar lebih dengan asumsi produksi tahun 2011 menurun hingga berkisar 11.708 ton  sampai 14.050 ton dengan harga rata-rata kopi sebesar 15.000 rupiah. Sementara itu, bila merujuk nilai PDRB (ADHB) Lampung Barat non migas pada tahun 2009 yaitu sebesar 2.527.733.190.000 rupiah, maka angka kerugian tersebut setara dengan 20,15 persen dari total PDRB Lampung Barat.  Hal ini berarti, Perekonomian Kabupaten Lampung Barat terancam menurun sebesar 20 persen lebih akibat gagal panen kopi yang terjadi tahun 2011 dengan asumsi peran seluruh sektor pembentuk PDRB Lampung Barat bergerak tetap sama seperti pada tahun 2009.

Selain itu, penguasaan lahan yang mencapai 60% luas kawasan budidaya menyebabkan  masyarakat berbasis komoditas ini menjadi penting untuk dilakukannya antisipasi krisis pangan akibat menurunya daya beli petani kopi.

Baca entri selengkapnya »





Way Mengaku, Sentra Produsen Kopi Luwak Lampung Barat

25 01 2011

Perkembangan produsen kopi di Lampung Barat terus mengungkit pertumbuhan perekonomian daerah. Menjamurnya Industri kecil skala rumah tangga yang turut mengupayakan hadirnya produk turunan kopi yang merupakan icon Kabupaten Lampung Barat. Mengiringi pertumbuhan produksi kopinya, kini selain produk kopi bubuk klasik, kopi organik dan kopi strawberry yang telah lebih dulu lahir sebagai industri produk turunannya, maka sejak tahun 2008 Lampung Barat pun telah menjadi sentra kopi luwak.

Baca entri selengkapnya »





Menanti Lahirnya Kopi Way Tenong atau Kopi Rigis sebagai Robusta Coffee Specialty di Lampung, Indonesia

6 12 2010

Munculnya kerinduan dan harapan akan adanya kopi specialty lahir di kabupaten pemilik lahan dan produksi kopi robusta terbesar di Lampung ini, bukanlah suatu yang mengherankan dan tidak masuk akal. Luas areal perkebunan kopi di Kabupaten Lampung Barat pada tahun 2009 memanfaatkan sebagian besar luas kawasan budidaya yang ada mencapai 43,32% (60.391 ha) dari 124.987,63 ha dengan produksinya yang turut mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di kabupaten konservasi ini. Hal ini terlihat dari fluktuasi produksi kopi robusta dan  pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lampung Barat tahun 2005 sampai dengan 2009 pada Tabel 1.

Baca entri selengkapnya »





Tehnik Fermentasi dalam Pengolahan Biji Kakao

16 11 2010

kakao

Kakao merupakan salah satu komoditas ekspor yang dapat memberikan kontribusi untuk peningkatan devisa Indonesia. Indonesia merupakan salah satu negara pemasok utama kakao dunia setelah Pantai Gading (38,3%) dan Ghana (20,2%) dengan persentasi 13,6%. Permintaan dunia terhadap komoditas kakao semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hingga tahun 2011, ICCO (International Cocoa Organization) memperkirakan produksi kakao dunia akan mencapai 4,05 juta ton, sementara konsumsi akan mencapai 4,1 juta ton, sehingga akan terjadi defisit sekitar 50 ribu ton per tahun (Suryani, 2007). Kondisi ini merupakan suatu peluang yang baik bagi Indonesia karena sebenarnya Indonesia berpotensi untuk menjadi produsen utama kakao dunia.    Selanjutnya…….>

Recent Posts :

Trik Mendapatkan Ribuan Backlink GRATIS

Kegiatan Dinas Perkebunan Lampung Barat 2010








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.